Langsung ke konten utama

Postingan

Bukan Agama Apa, akan tetapi Kitab Apa?

Sekitar empat abad yang lalu, Balaise Pascal mengutarakan pemikirannya tentang Atheist versus orang Theist, apakah Tuhan itu ada atau tidak? Pemikirannya ini sekarang dikenal sebagai Pascal's Wager atau Pertaruhan Pascal. Dalam gagasannya itu, Pascal menyatakan bahwa lebih aman menjadi orang yang percaya kepada Tuhan daripada menjadi orang Atheist. Kenapa? Karena kalau orang percaya kepada Tuhan dan ternyata Tuhan itu tidak ada, maka orang beragama tidak terlalu rugi, paling-paling ia hanya kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang di dunia. Namun, jika seseorang percaya bahwa Tuhan itu tidak ada namun ternyata Tuhan itu ada, maka celakalah si orang Atheist tersebut.  Namun, di masa kini Pascal's Wager tersebut banyak ditentang, terutama oleh orang Atheist. Salah satu alasannya adalah karena Pascal mengidentikkan orang beragama sebagai orang Kristen (dan/atau Katolik). Padahal, bisa jadi bahwa Tuhan itu ada, namun ternyata Kristen bukanlah agama yang benar. Bisa jadi agama ...

Believe in the Gospel ... But Which Gospel?

A moslem should believe in all Scriptures that Allah has sent down to us. We should believe not only in the Quran alone, but we also have to believe in every Scripture before the Quran, including the Torah, the Psalms, Nevi'im (the Prophets), and the Gospel. After reading the Synoptic Gospels for so many times, I feel that the Gospel(s) have a special place in my heart.  In a way , kitab Injil bisa saya katakan lebih spesial ketimbang kitab Taurat, misalnya, atau kitab Mazmur dan kitab Nabi-nabi. Apa yang membuat kitab Injil ini sangat spesial, bahkan lebih spesial ketimbang kitab Taurat (dalam hal tertentu). 1. The Torah was sent down to the children of Israel only, as stated in several verses of the Quran (and also in the Torah itself). On the contrary, that is not the case for the Gospel. As far as I know there is not a single verse in the Quran that states that the Gospel is sent down to the Jews only. Misalnya saja di dalam QS Al Maaidah ayat 47 disebutkan tentang Ahli Injil...

The Ultimate Test for Human Beings

Praise the Lord, all you Gentiles! Praise Him, all people! (Psalm 117:1) Let everything that has breath praise the LORD. Halleluyah!  (Psalm 150:6) "Our Lord, You did not create all of this without purpose. Glory be to You" (Quran Sura 3:191) Dalam menjalani hidup ini, terkadang saya sering merasakan seperti yang Freddie Mercury rasakan ketika dia menyatakan, "sometimes I wish I'd never been born at all." Saya merasa, dalam hidup ini saya lebih sering merasa kecewa dan susah ketimbang senang dan bahagia.  Terkadang saya bertanya, apa sebenarnya arti dari hidup ini kalau ternyata dalam hidup lebih sering susahnya ketimbang senangnya? Apakah sebagian [besar] manusia memang ditakdirkan untuk menderita (QS 90:4; Kejadian 3:17-19)? Apakah sebagian (besar) manusia memang ditakdirkan untuk merugi (QS 103:2)? Kenapa Tuhan menciptakan saya? Tidakkah lebih baik jika saya tidak pernah diciptakan sama sekali? Namun, dalam perenungan saya, saya sepertinya mulai memahami, jus...

Makkiyah vs Madaniyah

Sejak beberapa tahun yang lalu saya sudah mengetahui bahwa ayat-ayat Al Quran dikelompokkan menjadi dua, yaitu ayat-ayat Makkiyah dan ayat-ayat Madaniyah. Pembagian itu berdasarkan kapan ayat tsb diturunkan, apakah sebelum peristiwa Hijrah dan diturunkan di Mekkah, atau setelah Hijrah (dan diturunkan di Madinah). Namun, perbedaan antara ayat Makkiyah dan Madaniyah bukan hanya sekedar kapan ayat tsb diturunkan melainkan masing-masing kelompok memiliki ciri khas sendiri. Ayat-ayat Makkiyah misalnya ayatnya pendek-pendek dan ketika menyeru manusia sering diawali dengan "Yaa ayyuhan naas ...". Selain itu konon katanya ayat-ayat Makkiyah memiliki gaya bahasa sastra yang lebih kuat dibandingkan dengan ayat-ayat Madaniyah. Sebaliknya ayat-ayat Madaniyah, ayatnya lebih panjang dan ketika menyeru biasanya diawali dengan "Yaa ayyuhalladzina aamanu ...". Hal ini sudah saya ketahui sejak dulu. Banyak ulama perpendapat bahwa ayat-ayat yang turun belakangan biasanya menghapus aya...

Gad the Seer dan Nasib Kejayaan Kaum Kedar

Dalam wikipedia berbahasa Inggris dibawah artikel mengenai Isaiah in Islam , terdapat kisah menarik mengenai Ali Ar-Ridha (salah seorang Imam versi syiah) yang ditanya oleh seorang rabbi Yahudi yang menantangnya untuk membuktikan bahwa Yesus dan Muhammad sudah dinubuatkan di dalam Taurat ( Tanakh ). Imam Ali ar-Ridha menyatakan bahwa di dalam Kitab Yesaya terdapat nubuat, "Aku melihat dua orang penunggang/pengendara yang mana kepada mereka Dia menerangi bumi. Salah satu dari mereka  di atas seekor keledai, dan yang lain di atas seekor unta." Siapakah penunggang keledai, dan siapakah penunggang unta tsb, Imam ar-Ridha bertanya kepada sang Rabbi Yahudi.  Sang Rabbi tidak dapat menjawab pertanyaan tsb dengan pasti. Kemudian Imam Ali Ar-Ridha melanjutkan, "Sang penunggang keledai adalah Yesus, sedangkan penunggang unta adalah Muhammad, semoga Allah memberkati beliau dan keluarganya. Apakah kamu menyangkal bahwa pernyataan ini ada di dalam Taurat ( Tanakh )?" Sang Rabbi ...

Logam Mulia untuk Persiapan TEOTWAWKI

Sejak beberapa tahun belakangan ini, saya rajin mengumpulkan logam mulia, terutama emas dan perak. Alasan utama saya, karena saya percaya bahwa suatu saat nanti akan tiba masanya dimana uang kertas yang kita kenal sekarang ini (atau  fiat money ), tidak akan laku lagi karena jamannya sudah berubah. Bukan berubah maju, melainkan berubah mundur. Di kalangan preppers keadaan itu dikenal dengan istilah The End of the World as We Know It atau biasa disingkat TEOTWAWKI. Pada masa tersebut, manusia akan kembali ke zaman dahulu. Tidak ada lagi teknologi modern yang bisa dinikmati oleh umat manusia karena pada masa itu teknologi modern sudah musnah atau hancur. Keadaan seperti inilah yang juga sering digambarkan oleh beberapa ulama Indonesia seperti ustadz akhir zaman Zulkifli Ali. Saya pribadi termasuk orang yang percaya bahwa suatu saat nanti, cepat atau lambat, umat manusia akan kembali ke peradaban zaman dulu karena teknologi modern sudah musnah. Alasannya karena kalau kita memba...

Now I Know Al Maaidah 51

Setelah membaca kembali tulisan saya sendiri mengenai review saya di amazon.com terhadap buku The Divine Code yang ditulis oleh Rabbi Moshe Wiener, nampaknya kini saya paham mengapa Allah melarang orang-orang beriman untuk menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin kita di dalam Al Maaidah 51. Saya lebih suka mengartikan kata "pemimpin" di sini sebagai religious leader atau orang yang memberikan petunjuk dalam masalah keagamaan. Kenapa orang Yahudi dan Nasrani tidak boleh dijadikan sebagai pemberi petunjuk atau dijadikan sebagai guide atau patokan atau pedoman? Simply because tidak ada jaminan bahwa mereka lebih mengetahui Kitab mereka sendiri ketimbang kita. Mungkin saja mereka benar dalam beberapa hal, namun pada saat yang sama, mereka juga mungkin salah dalam beberapa hal yang lain. Rabbi adalah gelar terhormat di kalangan orang-orang Yahudi, dan semestinya seorang Rabbi memiliki pengetahuan yang mendalam tentang agama Yudaisme. Namun, seperti saya tuliskan se...