Baru-baru ini saya membaca buku Confrontation and Engagement yang dikompilasi oleh Rabbi Ben Abrahamson. Pada halaman 154 buku tersebut, terdapat komentar mengenai ayat Deuteronomy 33:2 yang bunyinya sbb: "TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus... (Ulangan 33:2) Nah, mengomentari ayat tersebut, penulisnya menulis, "TUHAN datang dari Sinai" , mereka menceritakan kepada kami, ini (maksudnya) bahasa Ibrani. "Dia muncul dari Seir" ini (maksudnya) bahasa Latin. "Dia bersinar dari pegunungan Paran" maksudnya bahasa Arab . If the text of mosaic blessing mentions Sinai as Seir and Paran, these two names are enough for commentators to refer to the whole of humanity, because they represent to them the two great powers who disputed their time of domination in their country, East and West, Arabs and Romans . Nah, yang menarik bagi say...