Langsung ke konten utama

Reconciling the Quran with the Bible: A case study - The Quails Story

One of the doublets in the Bible that it is difficult to compromise is the story of quails in Exodus 16: 8, 12-13 and in Numbers 11. Were the quails sent down to the children of Israel at the same time as manna as stated in Exodus 16, or were the manna sent down first and then some time later the children of Israel asked God for meat and then God sent down the quails for them as stated in Numbers 11?

After reading some verses in the Bible and in the Quran, I believe that there were actually three stories of the children of Israel's complaint regarding the bread, the meat, and the cucumbers etc.

At first, the Israelites asked God for bread or meat (Psalms 78:20 - ESV), and then God sent down the manna [only] for them without the quails (Exodus 16: 4-5, 14-35).

Secondly, the Israelites were not satisfied with manna alone, and they asked God for meat (Numbers 11:4), and then God sent down the quails for them for a month (Numbers 11:18-20, 31-32). It seems that when God sent down the quails, the Israelites didn't get the manna anymore as indicated in Numbers 11:31-32 that the Israelites gathered the quails all day long that day and all the next day. And he who gathered the least gathered ten homers, which exceeds the quota of their daily manna. I assume that this time the manna was no longer needed.

At last, it seems that the Israelites were still not satisfied (Psalms 78:30), and they got bored with the only food that they have (Numbers 21:5), that is the quails, not the manna, and they could not stand with it (QS 2:61), and even they became loathsome to them as indicated in Numbers 11: 20 and 21:5, and they were yearning for the cucumbers, the onions, and the garlic (Numbers 11: 6, QS 2:61).
I don't know about the customs in the western countries, but in my country it is very common to eat quail with cucumbers, lentils, onions, and garlic.
It was the time when God got angry with them and punish them (Numbers 11: 33, Psalms 78:31, QS 2:61) since the Israelites were asking for food from the earth of a lesser quality as a substitute for high quality food from the heaven (QS 2:61).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Agama Apa, akan tetapi Kitab Apa?

Sekitar empat abad yang lalu, Balaise Pascal mengutarakan pemikirannya tentang Atheist versus orang Theist, apakah Tuhan itu ada atau tidak? Pemikirannya ini sekarang dikenal sebagai Pascal's Wager atau Pertaruhan Pascal. Dalam gagasannya itu, Pascal menyatakan bahwa lebih aman menjadi orang yang percaya kepada Tuhan daripada menjadi orang Atheist. Kenapa? Karena kalau orang percaya kepada Tuhan dan ternyata Tuhan itu tidak ada, maka orang beragama tidak terlalu rugi, paling-paling ia hanya kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang di dunia. Namun, jika seseorang percaya bahwa Tuhan itu tidak ada namun ternyata Tuhan itu ada, maka celakalah si orang Atheist tersebut.  Namun, di masa kini Pascal's Wager tersebut banyak ditentang, terutama oleh orang Atheist. Salah satu alasannya adalah karena Pascal mengidentikkan orang beragama sebagai orang Kristen (dan/atau Katolik). Padahal, bisa jadi bahwa Tuhan itu ada, namun ternyata Kristen bukanlah agama yang benar. Bisa jadi agama ...

An Nisa 136: I think I finally understood

Dalam postingan saya terdahulu, saya sudah pernah menyampaikan kegalauan saya selama bertahun-tahun mengenai ayat Surat An Nisa 136, yakni apakah yang dimaksud dengan beriman kepada kitab yang diturunkan sebelum Al Quran. Dan ketika itu jawaban saya cukup bervariasi, mulai dari Alkitab ( The Bible ), Taurat, Septuagint ( LXX ), Covenant Code dalam Kitab Exodus, Sepuluh Perintah,  Shapira Manuscript , Kitab Injil, sampai dengan Kitab Jubilee . Namun, alhamdulillah, sekarang saya merasa memiliki keyakinan yang memadai, bahwa yang dimaksud dengan kitab sebelum Quran dalam QS 4:136 adalah bahagian dari Kitab Taurat, khususnya kitab pertama dalam Alkitab, yakni Kitab Kejadian atau Genesis atau Bereshit/Bereishis . Bahkan, kemungkinan yang dimaksud bukanlah seluruh Kitab Kejadian yang terdiri dari 50 pasal atau 50 chapters , melainkan 11 pasal pertama dari Kitab Kejadian, atau bahkan hanya sampai dengan Kejadian 5:2 atau empat pasal pertama dari Kitab Kejadian. Mengapa saya sampai pa...

Kitab Yang Diwariskan (Fathir 32): ayat yang sering terabaikan

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada  (pula)  yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Allah. (QS 35:32) Dalam surah Fathir ayat ke 32 Allah menerangkan bahwa Allah telah mewariskan (sebuah) kitab kepada umat manusia yang dipilih oleh-Nya.  Nah, kitab apakah yang dimaksud sebagai kitab yang diwariskan kepada orang-orang pilihan tersebut? Sebagian penafsir menafsirkan bahwa yang dimaksud kitab yang diwariskan tersebut adalah Al Quran, sedangkan kaum yang mewarisi kitab tersebut adalah kaum mukmin. Hanya saja untuk penafsiran tersebut di atas terdapat satu masalah besar: yakni surah Fathir merupakan surat Makkiyah . Artinya, ketika ayat QS 35:32 tsb diturunkan, Al Quran masih belum final, dan masih jauh dari kriteria kitab yang lengkap dan sempurna. Bukankah Islam sempurna dengan tur...